Powered By Blogger

Kamis, 10 Februari 2011

belajar dari kisah kupu-kupu


Suatu hari seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari muncul lubang kecil di kepompong itu. Seseorang itu pun memperhatikan dengan seksama dalam beberapa jam ketika kupu-kupu itu memaksa dirinya keluar dari lubang kecil. Sang kupu-kupu pun menyerah dan berhenti menunjukkan kemajuannya.

Melihat kupu-kupu yang kelelahan setelah berusaha keras berjuang untuk keluar dari lubang kecil,, orang itu pun merasa iba dan akhirnya memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu. Diambilah gunting dan memotong sisa kerangka dari kepompong kupu-kupu itu dan kemudian keluarlah kepompong itu dengan mudahnya.

Namun kemudian tubuh kupu-kupu iu gembung dengan sayap yang kecil dan keriput. Orang itu terus mengamati dan berharap kelak kupu-kupu itu akan terbang dengan mengepakan sayap indah nan cantiknya.

Namun apa yang terjadi?? kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak dengan tubuh gembung dan sayapnya yang keriput dan kecil dan ia tidak bisa terbang.

yang tidak menegrti dari kebaikan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat kupu-kupu tersebut adalah cara Tuhan untuk memaksa cairan dari kupu-kupu untuk masuk ke dalam sayapnya,,sehingga ia siap terbang begitu ia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut

terkadang perjuangan adalah hal yang kita perlukan dalam menghadapi hidup. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan itu mungkin akan melumpuhkan kita dan menjadikan kita tidak mampu untuk tegar. kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Dan mungkin kita tidak bisa untuk terbang

Aku memohon kekuatan. . .
Tuhan malah memberiku kesulitan-kesulitan yang menjadikan aku kuat. . .

Aku memohon kebijakan. . .
Tuhan malah memberiku persoalan tuk diselesaikan. . .

Aku memohon kemakmuran. . .
Tuhan malah memberiku otak dan tenaga untuk bekerja. . .

Aku memohon keteguhan hati. . .
Tuhan malah memberiku bahaya untuk di atasi. . .

Aku memohon cinta. . .
Tuhan malah memberiku orang-orang bermasalah untukku tolong. . .

Aku memohon kemurahan/kebaikan hati. . .
Tuhan malah memberiku kesempatan-kesempatan. . .

Ingatlah Tuhan tidak pernah memberi apa yang aku inginkan. . .
Tapi Tuhan memberi apa yang aku butuhkan. . .