kususuri garis jalan ini
berjuta kali turun aksi
bagi ku satu langkah pasti
( buruh tani - anonim )
Petikan lagu buruh tani itu pun sontak bergemang di seluruh pelosok negri ini. aksi mahasiswa dan kalangan rakyat menengah ke bawah pun mulai bergemang. seruan atas nama rakyat kecil pun terus di gumangkan. berbagai kecaman tentang penolakan kenaikkan harga BBM pun bergejolak hampir di seluruh pelosok negri. yaa.... kebijakan tentang kenaikkan harga BBM ini dirasa tidak pro dengan rakyat. semakin naik harga BBM makan harga di semua sektor pun ikut naik tak terkecuali harga rumah yang naik berkisaran 20%. pemerintah menaikkan harga BBM ini dengan alasan mengikuti harga pasar yang naik berkisar USD 122.01 per barel sehingga pemerintah terpaksa mencabut subsidi BBM yang selama ini di berikan kepada rakyat miskin karena dengan naik nya harga minyak dunia makan APBN negara pun di rasa jebol karena pemerintah menanggung USD 90 per barel nya atau sekitar 900 milyar per barel. sebelum nya kita kilas balik dahulu yaa :) Indonesia adalah negeri yang kaya dan subur tanah nya para ahli pun mengatakan hasil alam indonesia takkan habis. melihat kenyataan sekarang yang mana bangsa kita hanya di dekte oleh asing di jajah di depan mata namun parahnya lagi kita tak merasa.
Ingatkah dulu kita bangsa Indonesia adalah eksportir minya dunia yang merupakan anggota OPEC dimana banyak yang mengakui bahwa minyak kualitas Indonesia paling bagus jika di bandingkan dengan minyak dari timur tegah. namun sekarang kita malah meng importir minyak untuk memnuhi kebutuhan minyak dalam negri.
Indonesia bukan tak mampu dalam masalah mengelola minyak namun lebih tepatnya negara kita sedang mengalami kesalahan dalam mengelola. sepenuhnya kita percaya kepada wakil rakyat yang terhormat di senayan sana untuk memperjuangkan nasib rakyat kecil malah sibuk mengurusi kepentingan pribadi mereka, mulai dari pembelian kursi anggota dewan dengan harga fantastis berkisaran 24 juta per unit atau pembuatan kalender tahun 2012 yang mencapai 300 rb per buah nya. Mereka yang terhormat pun berdalih berhak mendapatkan fasilitas mewah karena mereka adalah wakil rakyat.
Tidakkah mereka mengingat dulu mengobral janji - janji syurga hingga rakyat pun luluh hatinya, tapi apa yang di dapat? hanya sebuah pengkhianatan- penghkianatan saja. korupsi yang di lakukan wakil rakyat selalu mewarnai berita di media hingga ributnya anggota dewa yang terhormat saat sidang paripurna berlangsung. sungguh tak ubahnya anak TK yang sedaang berebut makanan.
Inikah potret keadaan negara kita? saat kami atas nama mahasiswa sedang menyuarakan suara rakyat kecil kepada sang "Jendral" negri ini kecaman pun daatang dari kerabat dekat kami sendiri. mereka selalu mengatakan untuk apa demo toh jika nantinya BBM akan tetap naik. bagi ku selama nafas tetep berhembus dan keadilan harus tetap di tegakkan di negri berjuta masalah ini. kita tak usahlah menjadi mahasiswa "SOK SUCI" di sini karena sejatinya mahasiswa adalah agen of change and agen of control kebijakan pemerintah. kami berusaha mengubah apa yang sedang menjadi polemik di negri kita ini dengan cara khas kami sebagaimana mahasiswa, yah dengan berdemo dan audiensi. mahasiswa memang identik dengan demo dan itu tak bisa di pungkiri bahkan sampai berujung anarkhis pun sejatinya bukan salah kami sepenuh nya. masuk nya provokator dalam barisan kami yang membuat demonstrasi kami berujung pada sebuah anarkisme.
anarkisme kami memang satu hal yang mencerminkan ketidak intelekkan kita sebagai seorang cendekiawan yang sejati namun kami hanya manusia biasa yang terkadang masih bisa termakan oleh sang provokator. berdiam diri sebagai seorang mahasiswa itu menurut saya pribadi kurang lah tepat. karena apa? kepada siapa lagi rakyat akan mengadu penyimpangan pemerintah kalau bukan kita? apakah kita tidak akan peka dengan sekitar hingga terjadi sebuah apatisme? siapa lagi yang tulus membela rakyat tanpa iming-iming jabatan dalam parlemen jika bukan mahasiswa? rakyat sudah muak dengan janji syurga tanpa realisasi yang dapat dengan mudah kita petik saat kampanye pemilu berlangsung.
apatisme mahasiswa bukan suatu kesalahan namun itu terbentuk dari sebuah contoh kongkrit yang selalu di ajarkan oleh para pemimpin negri ini. yah pemimpin kita selalu memberi contoh kepesimisan dalam mengambil sebuah keputusan bukan sebuah optimisme dalam mengambil keputusan bahwa kita mampu untuk mengatasi masalah ini.
tuntutan mahasiswa tidak muluk-muluk hanya :
1. Harus adanya Nasonalisasi Perusahaan Tambang Asing di Indonesia
2. Menuntut pemerintah segera menuntaskan kasus kebocoran anggaran yang terjadi tiap tahun untuk menutup subsidi BBM
3. Menuntut pemerintah untuk segera mengembangkan dan memberikan suatu inovasi terhadap energi non-BBM dan menyiapkan infrastrukturnya
4. Menuntut pemerintah untuk segera mengembangkan sarana transportasi massal yang efektif dan efisien
5. Meratanya pemasokan BBM di seluruh Indonesia
6. Alokasi dana subsidi tepat sasaran untuk anggaran pembangunan nasional.
7. Mewujudkan birokrasi pemerintahan yang jujur, bersih, transparan dan memihak kepada rakyat.
8. Mewujudkan pengelolaan minyak yang baik dan meminimalisir impor minyak


Tidak ada komentar:
Posting Komentar